KELOMPOK TANI TERNAK KARYA MEGA JAYA BUMIREJO

Sabtu, 25 Juni 2011

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN IBU HAMIL Disusun oleh: Nama : HARYANTO NIM : 0901209 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN 2011 SAP SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang tanda gejala kehamilan berhubungan dengan kurang informasi Pokok Bahasan : Pengetahuan tentang tanda dan gejala kehamilan Sasaran : Ibu ibu pasca menikah (4 orang) Waktu : Jam 09.00 s.d. 09.20 WIB Pertemuan Ke : 1 Tanggal : 7 Mei 2011 Tempat : Di Desa Selokerto Penyuluh : Haryanto I. TIU (TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM) Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 20 menit ibu ibu mengerti tentang tanda dan gejala kehamilan. II. TIK (TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS) Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 20 menit ibu ibu mampu mengetahui : 1. Pengertian hamil 2. Menyebutkan kembali tanda dan gejala hamil 3. Menyebutkan kembali penyebab hamil 4. Menyebutkan kembali makanan yang boleh dikonsumsi & tidak boleh dikonsumsi masing-masing 2. III. POKOK MATERI : Materi Terlampir 1. Pengertian hamil 2. Tanda dan gejala hamil 3. Penyebab hamil 4. Makanan yang boleh dimakan & tidak boleh dimakan IV. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Metode : Ceramah dan Tanya Jawab V. PELAKSANAAN JAM/WAKTU TAHAP RESPON 3 menit Orientasi 1. Memberi salam 2. Mengingatkan kontrak 3. Menjelaskan maksud dan tujuan 4. Menanyakan kesediaan 5. Apersepsi Menjawab salam Audiens menyimak Audiens menyimak Siap mendengarkn 10 menit Kerja 1. Menjelaskan pengertian hamil 2. Menjelaskan gejala hamil 3. Menjelaskan penyebab hamil 4. Menjelaskan makanan yang boleh dimakan & tidak boleh dimakan 5. Menjelaskan penatalaksanaan hamil Mendengarkan 7 menit Terminasi 1. Melakukan evaluasi 2. Memberikan reward 3. Memberi salam penutup Mampu menjawab Audiens senang Menjawab salam VI. MEDIA Lembar Balik dan leaflet VII.SUMBER By: http://www.lampungpost.com/cetak/cetak.php?id=2004061402105177 By:http://www.blogcatalog.com/blog/sahabatsehat/c49f9bd1718dc0da97210a52bc91b07b VIII. EVALUASI 1. Persiapan : a. Materi sudah siap dan dipelajari 2 hari sebelum penkes b. Media sudah siap 2 hari sebelum penkes c. Undangan untuk peserta sudah disampaikan 2 hari sebelum penkes d. Tempat sudah siap 2 jam sebelum penkes e. SAP sudah siap 2 hari sebelum penkes 2. Proses : a. 80% peserta datang tepat waktu b. Peserta memperhatikan penjelasan perawat c. Peserta aktif bertanya atau memberikan pendapat d. Media dapat digunakan secara efektif 3. Hasil : a. Jelaskan kembali pengertian hamil b. Sebutkan kembali tanda dan gejala hamil c. Sebutkan kembali penyebab hamil d. Sebutkan kembali makanan yang boleh dimakan & tidak boleh dimakan LAMPIRAN MATERI KEHAMILAN A. Pengertian Hamil adalah sebuah proses yang diawali dengan kluarny sel telur yang matang pada saluran sel telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu dan membentuk sel yang akan bertumbuh ( BKKBN 2004 ). Seorang ibu belum tentu dikatakan hamil apabila hanya memiliki tanda-tanda seperti terlambat haid, mual, muntah, perut dan payudara membesar karena dikatakan hamil apabila sudah terdengar bunyi denyut jantung janin serta terlihatnya tulang janin melalui Ultra Sono Grafi (USG) dan dalam foto rontgen (Mochtar, 2002). B. Patofisiologis Hamil Proses kehamilan merupakan mata rantai berkesinambungan, masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal kira-kira 280 hari (40 minggu) sampai 300 hari (42 minggu) yang terhitung dari haid terakhir. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan cukup bulan, bila kehamilan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan post matur. Kehamilan dibagi 3 fase yaitu trimester I (antara 0 sampai 12 minggu) trimester II (antara 12 minggu sampai 28 minggu) dan trimester III (antara 28 minggu sampai 40 minggu). C. Tanda Hamil 1. Tanda Pasti Kehamilan (Wiknjosastro, 2002) Gerakan janin pada primi-gravida dapat dirasakan oleh ibunya pada kehamilan 18 minggu, sedangkan pada multigravida pada 16 minggu, oleh karena sudah berpengalaman dari kehamilan terdahulu. Gerakan janin kadang-kadang pada kehamilan 20 minggu dapat diraba secara obyektif oleh pemeriksa, balotemen dalam uterus sudah dapat diraba pada kehamilan lebih tua. Bila dilakukan pemeriksaan dengan sinar roentgen kerangka fetus mulai dapat dilihat. Dengan alat fetal electro cardiography denyut jantung janin dapat dicatat pada kehamilan 12 minggu. Dengan stetoscope Laennec bunyi jantung janin baru dapat didengar pada kehamilan 18–20 minggu, dan juga dapat didengar bising dari uterus yang sinkron dengan nadi ibu karena pembuluh pembuluh darah uterus membesar. Dalam triwulan terasa gerakan janin lebih gesit. Bunyi jantung janin juga dapat didengar lebih jelas. Bagian-bagian besar janin, ialah kepala dan bokong, dan bagian bagian kecil, ialah kaki dan lengan, dapat pula diraba dengan jelas. Pada primi-gravida kepala janin mulai turun pada kehamilan kira-kira 36 minggu, sedang pada multi-gravida pada kira-kira 38 minggu, atau kadang-kadang baru turun pada permulaan partus. Dari keseluruhan yang diuraikan maka diagnosis pasti kehamilan dapat dibuat apabila : a. Dapat diraba dan kemudian dikenal bagian-bagian janin. b. Dapat dicatat dan didengar bunyi jantung janin dengan beberapa cara. c. Dapat dirasakan gerakan janin dan balotemen. d. Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin. e. Dengan Ultrosonografi (scanning) dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin (crown-rump), dan diameter biparietalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan, dan selanjutnya dapat dipakai untuk menilai pertumbuhan janin. Jika diketemukan salah satu tanda pasti maka diagnose kehamilan dapat dibuat pasti. Tanda-tanda pasti baru timbul pada kehamilan yang sudah lanjut. Yaitu diatas 16 minggu tapi dengan menggunakan ultra sounografi kehamilan sudah nampak pada kehamilan 10 minggu dan bunyi jantung janin sudah dapat didengar pada kehamilan 12 minggu 2. Tanda dugaan hamil/ tanda-tanda presumptif a. Amenore Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak haid lagi. Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir, supaya dapat ditentukan tuanya kehamilan dan perkiraan persalinan. b. Nausea (enek) dan Emisis (muntah) Enek umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, disertai kadang-kadang oleh emosi. Morning Sickness dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih fisiologik. Bila terlampau sering, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut Hiperemisis Grafidarum. c. Mengidam (Menginginkan makanan atau minuman tertentu) Mengidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan. d. Pingsan Sering dijumpai bila berada pada tempat-tempat ramai. Dianjurkan pada bulan-bulan pertama tidak berada di tempat itu. Keadaan ini akan hilang sesudah kehamilan 16 minggu. e. Payudara tegang dan membesar Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di payudara. f. Anoreksia (tidak nafsu makan) Pada bulan-bulan pertama tidak anoreksi, tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi. Hendaknya dijaga jangan sampai salah pengertian makan untuk “dua orang” sehingga kenaikan berat badan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. g. Sering kencing Kejadian ini terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan karena tertekan uterus yang mulai membesar. Pada tri wulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang mulai membesar dari rongga panggul. Dan menekan kembali kandung kencing. h. Obstipasi (sulit buang air besar) Keadaan ini karena pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltik usus. i. Pigmentasi kulit Terjadi pada usia kehamilan 12 minggu ke atas pada pipi, hidung dan dahi, kadang-kadang nampak deposit pigmen yang berlebihan, dikenal sebagai kloasma grafidarum. Areola mamae juga menjadi lebih hitam karena didapatkan deposit pigmen yang berlebih daerah leher hitam (linea gresia). Pigmentasi ini terjadi karena pengaruh dari hormone steroid plasenta yang merangsang melanofor dari kulit. j. Epulis Hipertropi dari papil gusi terjadi pada trimester pertama k. Varises Sering dijumpai pada trimester terakhir. Didapat pada daerah genetalia eksterna, fosa paplitea, kaki dan betis. Pada multi gravida kadang-kadang varises ditemukan pada kehamilan terdahulu, timbul kembali pada trimester per

galihaxzen.com

Tidak ada komentar: