KELOMPOK TANI TERNAK KARYA MEGA JAYA BUMIREJO

Sabtu, 25 Juni 2011

Hubungan sek dalam Kehamilan

SATUAN ACARA PENYULUHAN
MATERNITAS


Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Maternitas
Dosen Pengampu Herniyatun S. Kep. Ns. Sp Mat






PRODI DIII KEPERAWATAN
STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG
2010
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Diagnosa keperawatan               :     Risiko abortus berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang berhubungan seksual selama kehamilan.
Topik                                          :     Berhubungan sek selama kehamilan
Subtopik                                     :     Hubungan Seksual Dalam Kehamilan
Sasaran                                       :     Keluarga Tn. T dan Ny. T RT 04/RW 05 Desa Kosambi
Waktu                                        :     1 x 30 menit
Pertemuan ke                             :     Pertama
Tanggal                                      :     26 April 2010
Tempat                                       :     Rumah Tn. T RT 04/RW 05 Desa Kosambi
Penyuluh                                    :     Azzahrawaani Martgreat           
                                                         Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong

I.                   Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan klien mampu memahami tentang keamanan hubungan seksual dalam kehamilan.

II.                Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit klien diharapkan mampu:
1.      Menyebutkan kembali pengertian seksualitas
2.      Menyebutkan kembali hal-hal yang aman dalam melakukan hubungan seksual selama kehamilan
3.      Menyebutkan kembali manfaat berhubungan dalam kehamilan.
4.      Termotivasi untuk menjaga janin/bayi bersama pasangan

III.             Pokok Materi
1.      Pengertian  Seksualitas
2.      Hal-hal yang diperhatikan dalam kehamilan
3.      Manfaat berhubungan selama kehamilan
4.      Posisi berhubungan seks yang aman pada ibu hamil

IV.             Kegiatan Belajar Mengajar
1.      Metode         :  Ceramah
                              Diskusi
2.      Strategi Pelaksanaan
No
Waktu
Penyuluh
Respon Audiens
1.
5 menit pertama
(Pra interaksi )

1.      Mengucapkan salam
2.      Menanyakan keadaan

3.      Menyampaikan tujuan
4.      Mengingatkan kontrak
5.      Menyakan kesiapan
Ø  Menjawab salam
Ø  Keadaan audiens baik
Ø  Mengerti tujuan
Ø  Mengingat kontrak
Ø  Siap mendengarkan
2.
15 menit
(Interaksi)
1.      Menjelaskan materi
a.       Pengertian  Seksualitas
b.      Hal-hal yang diperhatikan dalam kehamilan
c.       Manfaat berhubungan selama kehamilan
d.      Posisi berhubungan seks yang aman pada ibu hamil

2.      Memberikan kesempatan klien untuk bertanya

Ø  Mendengarkan










Ø  Saling Tanya jawab
4.
10 menit
(Terminasi)
1.      Menyimpulkan hasil penjelasan
2.      Evaluasi keberhasilan penkes
3.      Memberikan reinforcement
4.      Salam penutup
Ø  Mengerti materi

Ø  Mampu menjawab

Ø  Sangat senang

Ø  Menjawab salam

V.                Media dan Sumber
1.      Media
a.       Leaflet
b.      Lembar balik
2.      Sumber
Mary, Nolan. 2004. Kehamilan Dan Melahirkan. Arcan : Jakarta.

VI.             Evaluasi
1.      Evaluasi Persiapan
a.       Materi sudah siap dan dipelajari 2 hari sebelum penkes.
b.      Media sudah siap 2 hari sebelum penkes.
c.       Kontrak dengan klien sudah disampaikan 2 hari sebelum penkes.
d.      Tempat sudah siap 2 jam sebelum penkes.
e.       SAP sudah siap 2 hari sebelum pemkes
2.      Evaluasi Proses
a.       Klien hadir tepat waktu
b.      Klien penkes mendengarkan penjelasan penyaji
c.       Klien aktif bertanya
d.      Media dapat dipergunakan dengan baik
e.       Penyaji menguasai materi
3.      Evaluasi Hasil
a.       Menyebutkan kembali pengertian seksualitas
b.      Menyebutkan kembali hal-hal yang aman dalam melakukan hubungan seksual selama kehamilan
c.       Menyebutkan kembali manfaat berhubungan dalam kehamilan
d.      Posisi berhubungan seks yang aman bagi ibu hamil
e.       Termotivasi untuk menjaga janin/bayi bersama pasangan

VII.          Materi
Lampiran materi
1.      Pengertian Seksualitas
Seksualitas adalah ungkapan dari dua individu akan perasaan, hasil kasih sayang, saling menghargai, perhatian dan saling menyenangkan satu sama lain. Tidak hanya terbatas hanya di tempat tidur dan bagian tubuh.
Tujuan
§  Sebagai ungkapan kasih sayang antara suami istri
§  Untuk mendapatkan kesenangan
§  Untuk mengatasi gejala psikologis yang bisa berpengaruh pada kehamilan dan persalinan

2.      Hal-hal Yang Diperhatikan Dalam Berhubungan Selama Kehamilan
Seks selama kehamilan, Amankah? Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, ada hal penting yang pertama-tama harus dilakukan oleh pasangan suami isteri, yaitu periksakan dan konsultasikan dulu kehamilannya ke dokter kandungan untuk memastikan bahwa kandungannya sehat dan normal. Jika, telah diketahui bahwa kandungannya sehat dan normal, maka jawabannya adalah ibu hamil boleh melakukan hubungan seks seperti biasa dan kapan saja bisa dilakukan.
Jadi seks akan aman jika kehamilannya Normal. Hubungan seks tidak akan melukai bayi karena bayi terlindung secara alamiah oleh selaput lendir yang menutup jalan lahir, yang sekaligus melindunginya terhadap kuman yang dapat masuk ke dalam pintu rahim. Selain itu, bayi berada di dalam kantung rahim yang berisi cairan ketuban yang juga melindunginya.
Selama atau setelah melakukan hubungan seksual atau orgasme, biasanya ibu hamil akan mengalami kontraksi rahim di mana rahim terasa keras selama beberapa menit, hal ini normal dan merupakan bagian dari orgasme bukan menjadi tanda adanya masalah pada bayi dalam kandungan. Hindari berhubungan seks jika selama atau setelah berhubungan mengalami suatu gejala yang tidak biasa seperti rasa nyeri, kontraksi/kram yang terus menerus dan terjadi perdarahan.
Hubungan seks saat kehamilan akan benar-benar menimbulkan banyak permasalahan bahkan  beresiko jika kehamilan sang isteri termasuk ke dalam kehamilan dengan kategori resiko tinggi atau adanya indikasi terjadi komplikasi.  Berhubungan seks disarankan tidak dilakukan jika terindikasi dapat menyebabkan bahaya pada kehamilan, hal ini biasanya disarankan bagi kasus-kasus seperti:
Ø  Pernah mengalami keguguran atau terindikasi adanya ancaman keguguran
Ø  Air ketuban sudah pecah
Ø  Telah terjadinya pembukaan jalan lahir
Ø  Riwayat Kelahiran prematur
Ø  Pasangan menderita Sexual Transmitted Disease (STD) / penyakit seks yang menular
Saat sebaiknya membatasi hubungan seks pada tiga bulan pertama Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.
Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.

3.      Manfaat Melakukan Hubungan Seksual Selama Kehamilan
Ada sebagian orang berteori, hubungan seks pada usia kehamilan tua akan mempermudah kelahiran karena pada saat itu terjadi kekejangan pada otot rahim. Yang terjadi ialah, pria mengalami ejakulasi dan sperma masuk ke vagina. Di dalam sperma terdapat prostaglandin, yakni hormon yang bisa menimbulkan kontraksi. Bagian dari prostaglandin ini memang bisa menyebabkan kekejangan otot rahim, meski konsentrasinya tak cukup besar untuk menimbulkan kekejangan. Justru kekejangan lebih sering dan lebih kuat karena orgasme.
Jadi, selama tak menjadi beban bagi istri, hubungan intim selama hamil tak jadi masalah. Lain hal jika istri kehilangan dorongan seksual dan hanya melakukan hubungan seksual demi memuaskan suami, bisa-bisa hanya akan menjadi beban baginya.
Intinya, hubungan seksual yang baik adalah hubungan yang dilakukan untuk kepentingan bersama antara suami dan istri. Karena bagaimana pun, hubungan seksual yang baik merupakan bentuk hubungan komunikasi yang paling dalam antara pasangan suami istri.

4.      Posisi Berhubungan Seks Yang Aman Bagi Ibu Hamil
Berbaring atau terlentang adalah posisi yang perlu dihindari oleh ibu hamil, karena hal ini dapat membuat vena rahim menekan vena besar, jadi posisi misionaris dimana pria berada di atas tubuh wanita, tidak lagi menjadi posisi ideal bagi ibu hamil. Yang paling penting dari posisi berhubungan seks adalah jangan meletakan berat badan pria ke perut ibu hamil atau batasilah tekanan-tekanan di perut ibu hamil.
Ada beberapa posisi yang dapat dilakukan saat berhubungan seks dengan ibu hamil:
*      Posisi ibu hamil di atas
posisi ini merupakan posisi yang paling baik digunakan oleh ibu hamil, karena dalam posisi ini ibu hamil dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi.
*      Posisi berbaring miring
posisi berbaring miring berhadapan mungkin dapat dilakukan saat pertengahan kehamilan ketika perut belum terlalu besar. Namun jika, perut ibu hamil sudah mulai membesar, posisi miring ini dapat dilakukan dengan posisi suami berada di belakang ibu hamil
*      Posisi ibu hamil berlutut
Ibu hamil berlutut dan dibantu dengan meletakan bantal di bawah perutnya dengan tujuan mengganjal, dan suami dapat melakukan penetrasi dari belakang
*      Posisi ibu hamil duduk
Posisi ini juga memungkinkan ibu hamil mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi. posisi ini biasanya dilakukan pada kehamilan pertengahan ketika tidak memerlukan banyak gerakan. Suami duduk dan ibu hamil duduk di atasnya saling berhadapan, atau jika kehamilan sudah membesar, ibu hamil bisa duduk sambil membelakangi suami

SEKS DALAM KEHAMILAN, AMANKAH????

Tidak ada komentar: