KELOMPOK TANI TERNAK KARYA MEGA JAYA BUMIREJO

KELOMPOK TANI TERNAK KARYA MEGA JAYA BUMIREJO

Akhir akhir ini hujan terus menerus namu aktifitas kelompok tani tenak tetap berjalan seperti biasanya, Hujan rintik rintik menghujani wilayah Bumirejo, Puring, dan Kebumen pada umumnya tidak pernah menyurutkan semangat penggasduh sapi Bantuan GUBERNUR dalam misinya Bali ndeso Mbangun Deso, lewat proyek bantuan sosial atu sering disebut BANSOS. Kelompok tani Ternak Karya Mega Jaya dari 20 orang angota secara begilir setiap malam aktip menjaga lokasi kandang di waktu malam hari. Tak ada jenuh dan apalagi bosan, dikandang banyak hiburan dan iseng yang amat bermaanfaat. Hiburan yang jadi faforit adalah pagelaran wayang kulit yang diterima lewat siaran radio, sinamabi iseng main kartu, mimi kopi dan belum sempurna kalau belum singkong rebus. Kebetulan didekat kangang sapi ada seungai dan blumbang yang banayak ikannya yang suka dan hobi mancing bisa mennyalurkan hobi dan sekaligus hiburan yang positih mendatangkan pakan bisa untuk menambah pengjasilan, ikan yang sering kena pancing biasanya sidat ataupun belut, Mas Sutaryo yang  membuta pancing pentang mencaoba macing eeeee ternyata hasilnya dilur dugaan, hapi tiap malam menuju kandang mancing sidat. Peralatan memancing sidah disediakan oleh mas SUtaryo dari lampu penerangan, sampai pancaing , sampai, sepatu boot.
Lebih lengkapa lagi jika di lokasi kandang, ada donatur yang mau menyumbang BIO GAS munkin belut dan Singkong rebus bisa dimasak sendiri di dapur kandang sapi.
Dikelompok ini memeng belum memanfaatkan kotoran sapi untuk biogas, bukan beraati belum bisa bikin biogas minimalis, tetapi dai sekian kelompok belum setuju membuat biogas terutama KETUA KELOMPOK YANG BELUM SETUJU, Dengan alasan Dananya mencapai Rp 100.000 rupiah untuk membeli bahan dari plastik